Batu — Kopri Rayon “Penyelamat” Dja’far Saifuddin PMII kembali menyelenggarakan kegiatan tahunan Sekolah Islam Gender (SIG) ke-VII pada Minggu, 5 April 2026 yang bertempat di Rumah Singgah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Kegiatan ini dimulai pukul 08.30 WIB dengan rangkaian acara pembukaan yang berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Peserta yang hadir tampak antusias mengikuti kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran serta kapasitas kader perempuan dalam memahami isu gender dalam perspektif Islam.

Memasuki sesi materi, peserta mendapatkan pemaparan pertama bertema Perempuan dalam Islam yang disampaikan oleh Sahabati Rinanda Aprilia Sari, M.Pd. Dalam penyampaiannya, beliau menekankan pentingnya memahami posisi perempuan dalam Islam secara utuh dan tidak bias, serta bagaimana Islam memberikan ruang yang adil bagi perempuan dalam berbagai aspek kehidupan.

Materi kedua mengangkat tema Strategi Pengembangan Diri yang disampaikan oleh Sahabati Ihda Filzafatin H., M.Pd., CPS. Sesi ini dilengkapi dengan diskusi interaktif yang membahas pentingnya perempuan untuk terus mengembangkan potensi diri, baik dalam ranah akademik maupun organisasi. Peserta активно terlibat dalam sesi tanya jawab yang memperkaya pemahaman terkait pengembangan kapasitas personal.

Selanjutnya, materi ketiga mengenai Sejarah Gerakan Perempuan disampaikan oleh Sahabati Noviatus Sholikhah, S.M. Dalam sesi ini, peserta diajak menelusuri perjalanan panjang perjuangan perempuan dalam meraih kesetaraan dan keadilan. Diskusi yang berlangsung membuka wawasan peserta mengenai pentingnya peran perempuan dalam gerakan sosial dan perubahan masyarakat.
Materi keempat disampaikan oleh Sahabati Dr. Jamilah, M.A dengan tema Hukum Islam di Indonesia. Dalam pemaparannya, beliau tidak hanya membahas aspek hukum Islam, tetapi juga menambahkan pentingnya pemahaman gender dalam konteks hukum tersebut. Hal ini menjadi sorotan penting agar implementasi hukum tidak mengabaikan nilai keadilan bagi perempuan.

Sebagai penutup rangkaian materi, Sahabati Anindiya Ulhaq, S.Pd. menyampaikan materi kelima bertema Menciptakan Ruang Kerja yang Setara. Sesi ini memberikan gambaran konkret tentang bagaimana membangun lingkungan kerja yang inklusif dan adil bagi semua gender, serta strategi menghadapi tantangan di dunia profesional.
Acara Sekolah Islam Gender VII ditutup dengan prosesi pembai’atan yang dipimpin langsung oleh Ketua PC Kopri Kota Malang, Sahabati Putri Dam’un Nabila. Momen ini menjadi simbol komitmen peserta untuk mengamalkan nilai-nilai yang telah dipelajari selama kegiatan berlangsung.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan para peserta mampu menjadi kader perempuan yang tidak hanya memahami isu gender secara teoritis, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari serta dalam gerakan organisasi.