PMII Rayon “Penyelamat” Dja’far Saifuddin Gelar Seminar Nasional Bahas Sinergi Organisasi dan Keprofesian

Seminar Nasional Kemahasiswaan dan Keorganisasian yang diselenggarakan oleh PMII Rayon “Penyelamat” Dja’far Saifuddin berlangsung dengan khidmat dan penuh antusias pada Jumat, 15 Mei 2026 pukul 08.00 WIB secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini mengusung tema “Navigasi Masa Depan: Memadukan Komitmen Organisasi dan Keprofesian” dengan menghadirkan narasumber Luluk Nur Hamidah, M.Si., M.PA . Seminar ini diikuti oleh kader PMII serta mahasiswa dari berbagai daerah yang antusias mengikuti jalannya acara hingga selesai.

Acara dibuka langsung oleh MC, Egy Novian Jiska, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars PMII sebagai bentuk peneguhan semangat kebangsaan dan pergerakan. Setelah itu, sambutan pertama disampaikan oleh Ketua Pelaksana, A. Fasya Haikal, yang menyampaikan harapan agar seminar ini mampu menjadi ruang refleksi dan penguatan kapasitas kader dalam menghadapi tantangan masa depan. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Wakil Ketua Rayon, Benny Indarso, yang mewakili Ketua Rayon PMII “Penyelamat” Dja’far Saifuddin. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara tanggung jawab akademik, organisasi, dan profesionalisme kader.

Memasuki sesi inti, seminar dimoderatori oleh Ilham Wahyu Ardiawan yang memandu jalannya diskusi dengan interaktif. Dalam pemaparannya, Luluk Nur Hamidah menceritakan perjalanan prosesnya di PMII sejak tingkat rayon hingga dipercaya menjadi pengurus cabang saat masih semester tiga. Ia menekankan bahwa PMII bukan hanya tempat belajar organisasi, tetapi juga ruang pembentukan karakter, kepemimpinan, serta penguatan intelektual kader. Selain itu, beliau juga menyampaikan relevansi PMII di kalangan generasi muda saat ini agar tetap mampu menjawab tantangan zaman dan kebutuhan masyarakat.

Pada sesi tanya jawab, salah satu peserta menanyakan bagaimana proses kaderisasi dapat tetap bergerak di lingkungan kedokteran yang notabene lebih berfokus pada akademik. Menanggapi hal tersebut, Ibu Luluk menjelaskan bahwa PMII harus selalu mampu beradaptasi dan tetap relevan dalam kondisi apa pun. Menurutnya, diperlukan sistem mentoring yang mampu menekan sekaligus mendorong kader agar tetap berkembang di tengah padatnya aktivitas akademik. Ia juga menegaskan bahwa kader PMII harus mampu menjadi pribadi yang progresif tanpa meninggalkan tanggung jawab keilmuan dan profesinya.

Kegiatan seminar kemudian ditutup dengan pemberian sertifikat kepada pemateri sebagai bentuk apresiasi atas ilmu dan pengalaman yang telah dibagikan. Luluk Nur Hamidah tampak sangat antusias selama kegiatan berlangsung dan memberikan semangat kepada seluruh peserta agar terus aktif berproses di PMII. Acara akhirnya resmi ditutup kembali oleh MC dengan penuh khidmat dan harapan agar seminar ini dapat memberikan manfaat bagi seluruh peserta yang hadir.

Social Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top