Kampung Anyaman Desa Rajapolah: Menembus Pasar Global di Tengah Tantangan Modernisasi

TASIKMALAYA, JAWA BARAT – Desa Rajapolah di Kabupaten Tasikmalaya kembali membuktikan eksistensinya sebagai sentra kerajinan anyaman terbesar di Jawa Barat. Meskipun gempuran produk plastik buatan pabrik semakin masif, para pengrajin lokal di desa ini justru mulai kebanjiran pesanan dari mancanegara, terutama dari Jepang dan Korea Selatan.

Produk yang dihasilkan mulai dari tas mendong, topi bambu, hingga dekorasi rumah berbahan dasar serat alam. Keunggulan produk Rajapolah terletak pada detail anyaman yang halus dan penggunaan pewarna alami yang ramah lingkungan—sebuah nilai jual yang sangat dicari oleh pasar internasional saat ini.

“Kami sempat terpuruk saat pandemi, namun sekarang permintaan ekspor naik hingga 30%. Orang luar negeri lebih menghargai produk handmade yang berkelanjutan,” ujar Ibu Siti, salah satu pemilik UMKM kerajinan di Rajapolah.

Pemerintah daerah setempat kini terus memberikan pendampingan berupa pelatihan digital marketing agar para pengrajin tidak hanya bergantung pada pengepul, tetapi bisa langsung berjualan melalui platform e-commerce global.

Social Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top