Inflasi Indonesia Terkendali di Bawah 3%: Tantangan Kebijakan Fiskal dan Moneter di Tengah Ketidakpastian Global

JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa laju inflasi Indonesia pada Januari 2026 berada di angka 2,87% (year-on-year), masih dalam rentang target Bank Indonesia (BI) sebesar 2,5% ± 1%. Angka ini menunjukkan keberhasilan pemerintah dan BI dalam menjaga stabilitas harga di tengah tekanan ekonomi global yang masih bergejolak.

Kinerja inflasi yang terkendali ini didorong oleh beberapa faktor, antara lain pasokan bahan pangan yang cukup berkat program intensifikasi pertanian, serta kebijakan subsidi energi yang efektif. Namun, sejumlah tantangan masih membayangi, terutama kenaikan harga komoditas global dan fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, menyatakan bahwa pemerintah akan terus menjaga disiplin fiskal. “Kami berkomitmen untuk menjaga defisit anggaran tetap rendah, sembari memastikan belanja produktif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter untuk mencapai tujuan pembangunan ekonomi nasional.

Social Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top