Menembus Batas Internasional: Dua Kader PMII UIN Malang Guncang Panggung GYIS di Singapura dan Malaysia

Dua srikandi muda dari Program Studi Farmasi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang angkatan 2025, Nyiur Lintang Irawan dan Hesti Gea Rohmawati, sukses menorehkan tinta emas di panggung internasional. Dalam ajang bergengsi Global Youth Innovation Summit (GYIS) 2026 yang berlangsung pada 20–23 Juni 2026 di dua negara, Singapura dan Malaysia, keduanya berhasil memborong empat penghargaan sekaligus melalui gagasan inovatif berbasis Sustainable Development Goals (SDGs).

Keduanya bukan sekadar mahasiswa biasa yang tekun di dalam laboratorium Farmasi. Di luar jam kuliah, Nyiur Lintang dan Hesti Gea merupakan aktivis yang digembleng dalam kawah candradimuka pergerakan. Mereka adalah kader militan dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon “Penyelamat” Dja’far Saifuddin, Komisariat Sunan Ampel Malang. Kombinasi apik antara ketajaman Sains Farmasi yang mereka pelajari di bangku kuliah serta mentalitas kepemimpinan, retorika, dan daya analisis kritis yang diasah di PMII, menjadi modal utama mereka dalam menaklukkan forum internasional tersebut.

Perjalanan Empat Hari: Diplomasi, Kebudayaan, dan Inovasi

Program GYIS kali ini dirancang dengan sangat padat dan komprehensif, menguji ketahanan fisik, mental, sekaligus kedalaman intelektual para delegasi dari berbagai negara selama empat hari berturut-turut. Perjalanan dimulai sejak fajar menyingsing di Hari Pertama. Para peserta melakukan prosesi imigrasi di Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta menuju Singapura dengan maskapai AirAsia. Setibanya di Negeri Singa, mereka langsung dihadapkan pada agenda eksplorasi budaya dan tata kota (Cultural Adventure and City Exploration) di Merlion Park, Universal Studio Singapore (USS), serta China Town, sebelum akhirnya melakukan kunjungan ilmiah ke salah satu kampus terbaik dunia, National University of Singapore (NUS).

Perjalanan darat kemudian berlanjut menembus batas negara menuju Johor Bahru dan Kuala Lumpur, Malaysia. Memasuki Hari Kedua dan Ketiga, fokus kegiatan bergeser ke arah pemantapan gagasan. Peserta mengunjungi ikon modernisasi Malaysia seperti KLCC (Petronas Twin Towers), Batu Caves, hingga Universiti Malaya untuk orientasi akademik. Di sanalah, ketegangan mulai memuncak saat para delegasi melakukan latihan intensif hingga larut malam guna mematangkan presentasi proyek mereka di hotel tempat mereka menginap.

Hari Ketiga menjadi momen krusial sekaligus puncak dari seluruh rangkaian kegiatan. Bertempat di kampus International Islamic University Malaysia (IIUM), seluruh delegasi mempresentasikan proyek berbasis Sustainable Development Goals(SDGs) di hadapan dewan juri internasional. Di sinilah inovasi, pemikiran solutif, dan kemampuan retorika para kader PMII UIN Malang ini benar-benar diuji dan diakui secara mutlak.

Sapu Bersih Penghargaan di Panggung Internasional

Melalui pengumuman resmi pada sesi Awarding Delegates yang digelar di IIUM, nama Nyiur Lintang Irawan dan Hesti Gea Rohmawati menggema berkali-kali di aula pertemuan. Keberhasilan mereka merepresentasikan kolaborasi tim yang solid, kecakapan individu yang karismatik, serta gagasan yang dinilai paling memikat hati publik dan juri. Berdasarkan bukti sertifikat penghargaan yang mereka raih, berikut adalah empat kategori prestisius yang berhasil disapu bersih:

  1. 2nd Place Best Delegate: Sebuah pengakuan prestisius tingkat individu atas kontribusi aktif, kepemimpinan, dan performa diplomasi yang luar biasa selama seluruh rangkaian sidang dan forum berlangsung.
  2. 3rd Place Best Speaker: Penghargaan yang membuktikan keandalan komunikasi publik, kemampuan artikulasi gagasan, serta ketajaman dalam menjawab pertanyaan kritis juri dan audiens secara taktis dengan bahasa internasional.
  3. 3rd Place Best Team: Apresiasi tinggi atas kerja sama taktis dalam kelompok, di mana rancangan proyek ilmiah berbasis SDGs yang mereka susun dinilai memiliki nilai aplikatif, kreativitas tinggi, dan dampak sosial yang signifikan.
  4. Most Favourite Team: Penghargaan emosional yang menandakan bahwa presentasi dan pesona diplomasi kelompok mereka berhasil merebut simpati, interaksi terbaik, dan kekaguman mayoritas delegasi serta audiens yang hadir.

Setelah melewati ketegangan kompetisi, Hari Keempat ditutup dengan agenda Youth Networking Session, Gift Exchange, dan eksplorasi ke Dataran Merdeka serta Putrajaya, sebelum akhirnya bertolak kembali ke Jakarta melalui KLIA2.

Napas Pergerakan dan Spirit “Penyelamat”

Di balik gemerlap prestasi di Kuala Lumpur, ada nilai ideologis yang senantiasa melekat pada diri Nyiur dan Hesti. Sebagai kader aktif PMII Rayon “Penyelamat” Dja’far Saifuddin, capaian ini menjadi bukti konkret bahwa aktivis organisasi kemahasiswaan tidak hanya piawai dalam wilayah diskursus sosial-politik dan advokasi kelompok, tetapi juga memiliki taring yang sangat tajam di jalur prestasi akademik internasional.

Inspirasi dari Kader Pergerakan untuk Dunia

Pencapaian luar biasa ini tidak hanya menjadi catatan tinta emas bagi portofolio pribadi Nyiur Lintang dan Hesti Gea, tetapi juga menjadi pelecut semangat yang luar biasa bagi seluruh mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, khususnya Program Studi Farmasi. Keberhasilan dua mahasiswi angkatan 2025 ini mengirimkan pesan kuat ke dunia akademik: bahwa keterbatasan usia atau status sebagai mahasiswa tahun kedua bukanlah penghalang untuk mengguncang panggung internasional.

Bagi keluarga besar PMII Rayon “Penyelamat” Dja’far Saifuddin, prestasi ini menegaskan kembali khitah organisasi bahwa kader pergerakan tidak boleh hanya pandai berorasi di wilayah domestik, melainkan juga harus mampu berdiri tegak memimpin peradaban di podium-podium ilmiah global dengan membawa semangat Zikir, Fikir, dan Amal Saleh.

Social Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top