PMII Rayon Penyelamat Djafar Syaifuddin menggelar Forum Group Discussion (FGD) dalam rangka Pelatihan Kader Dasar (PKD) pada tgl 16 Mei 2026 bertempat di Villa Sumber Urip Kegiatan yang diikuti oleh peserta PKD serta kader PMII ini mengangkat tema pro dan kontra pemisahan Fakultas Kedokteran dan Farmasi.
FGD dilaksanakan sebagai ruang diskusi bagi peserta untuk menyampaikan pandangan, argumentasi, dan gagasan terkait rencana pemisahan Fakultas Kedokteran dan Farmasi. Diskusi berlangsung aktif dengan menghadirkan berbagai sudut pandang mengenai dampak, peluang, serta tantangan yang mungkin muncul apabila pemisahan fakultas direalisasikan.

Dalam jalannya diskusi,muncul beberapa pandangan dari tim pro tim kontra. Dalam pandangan Tim Pro, pemisahan fakultas memiliki beberapa keuntungan yang dapat mendukung pengembangan akademik dan organisasi kampus. Dengan adanya fakultas yang lebih spesifik, setiap bidang keilmuan dapat lebih fokus dalam mengembangkan kurikulum, penelitian, serta program kemahasiswaan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Selain itu, pemisahan fakultas dinilai dapat meningkatkan efektivitas tata kelola, memperkuat identitas fakultas, dan pemisahan fakultas dapat mendorong pengalokasian anggaran, sarana, dan prasarana yang lebih sesuai dengan kebutuhan spesifik setiap bidang ilmu. Sedangkan, Tim Kontra menyoroti beberapa tantangan yang dapat muncul akibat pemisahan fakultas. Proses transisi berpotensi menimbulkan kendala administratif, ketidakjelasan kebijakan, serta kemungkinan terjadinya ketimpangan fasilitas dan sumber daya antar fakultas. Selain itu, terdapat kekhawatiran bahwa pemisahan fakultas dapat meningkatkan biaya operasional yang pada akhirnya berdampak pada mahasiswa. Oleh karena itu, mahasiswa berpandangan bahwa pemisahan fakultas perlu didasarkan pada kajian yang matang, melibatkan seluruh pemangku kepentingan, serta menjamin bahwa kualitas layanan akademik dan kesejahteraan mahasiswa tetap menjadi prioritas utama.
Di sisi lain, peserta juga membahas beberapa persoalan yang perlu dipersiapkan apabila pemisahan dilakukan, seperti keberlanjutan organisasi kemahasiswaan yang selama ini berada dalam satu lingkup fakultas, termasuk organisasi minat dan bakat seperti SENIOR. Hingga akhir diskusi, persoalan tersebut masih menjadi bahan pembahasan dan belum menghasilkan keputusan yang pasti. Selain itu, pembagian anggaran pascapemisahan juga menjadi perhatian peserta agar dilakukan secara adil, transparan, dan sesuai kebutuhan masing-masing fakultas.

Sebagai hasil diskusi, peserta merekomendasikan perlunya kejelasan regulasi terkait organisasi kemahasiswaan, pemerataan fasilitas, serta mekanisme pembagian anggaran yang proporsional apabila pemisahan fakultas benar-benar direalisasikan. Melalui FGD ini, diharapkan berbagai masukan yang muncul dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pihak kampus dalam mengambil kebijakan yang terbaik bagi perkembangan Fakultas Kedokteran dan Fakultas Farmasi di masa mendatang.
Kontributor : Muhammad Ferdy Ardiansyah