Batu – Kopri Rayon “Penyelamat” Dja’far Saifuddin PMII terus berupaya menghadirkan ruang diskusi yang progresif dan relevan dengan tantangan yang dihadapi perempuan masa kini. Melalui kolaborasi antara BISIK MANIS (Bincang Asik Masalah Feminis) dan SEHATI (Solidaritas, Harapan, dan Tumbuh Bersama KOPRI) telah diselenggarakan kegiatan diskusi daring pada Sabtu, 06 Juni 2026 pukul 19.00 WIB melalui Zoom Meeting.
Mengusung tema “Perempuan Ambisius Bukan Ancaman: Stigma Sosial terhadap Perempuan yang Memiliki Ambisi Tinggi di Organisasi dan Akademik, serta Dampaknya terhadap Kesehatan Mental dan Kepercayaan Diri”, kegiatan ini menjadi wadah refleksi sekaligus edukasi mengenai pentingnya membangun lingkungan yang mendukung perempuan untuk berkembang tanpa dibatasi oleh stereotip sosial.Dalam pembahasan yang berlangsung interaktif, peserta diajak memahami bahwa perempuan yang memiliki ambisi tinggi dalam bidang akademik maupun organisasi sering kali masih menghadapi berbagai stigma. Tidak sedikit perempuan yang dianggap terlalu dominan, haus jabatan, atau mengabaikan peran sosial tertentu ketika menunjukkan kemampuan kepemimpinan dan prestasi yang menonjol. Padahal, ambisi merupakan bagian dari potensi diri yang perlu diarahkan sebagai energi positif untuk menciptakan perubahan.

Materi ini disampaikan oleh Ketua Kopri Rayon “Penyelamat” Rayon Dja’far saifiuddin tahun 2023-2024 yaitu sahabati Wardah Jamilah S.Farm yang menegaskan bahwa ambisi bukanlah sifat negatif, melainkan dorongan untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi terbaik. Perempuan yang aktif dalam organisasi dan akademik memiliki kesempatan lebih besar untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kepemimpinan, manajemen waktu, serta keterampilan sosial yang akan menjadi bekal penting dalam kehidupan profesional maupun sosial. Hal ini sejalan dengan konsep bahwa akademik dan organisasi bukanlah dua hal yang saling bertentangan, tetapi dapat berjalan beriringan dan saling menguatkan. Selain membahas peluang pengembangan diri, diskusi juga menyoroti dampak stigma sosial terhadap kesehatan mental perempuan. Tekanan untuk selalu memenuhi ekspektasi lingkungan sering kali menimbulkan rasa ragu, takut dinilai negatif, hingga menurunkan kepercayaan diri. Ketika perempuan terus-menerus dihadapkan pada penilaian bahwa ambisi adalah sesuatu yang tidak pantas, maka muncul risiko stres, kelelahan emosional, dan hilangnya keyakinan terhadap kemampuan diri sendiri.Peserta diajak untuk membangun perspektif baru bahwa perempuan berhak memiliki cita-cita besar, mengambil peran strategis dalam organisasi, serta mengejar prestasi akademik setinggi mungkin tanpa harus merasa bersalah. Ambisi yang dibarengi dengan integritas, kompetensi, dan kesadaran diri justru menjadi modal penting dalam membentuk generasi perempuan yang tangguh dan berdaya saing.

Kegiatan BISIK MANIS X SEHATI KOPRI Rayon Penyelamat Dja’far Saifuddin ini mendapatkan antusiasme yang tinggi dari peserta yang berasal dari berbagai latar belakang. Melalui sesi diskusi dan tanya jawab, peserta berbagi pengalaman mengenai tantangan yang mereka hadapi dalam menyeimbangkan peran akademik, organisasi, serta kehidupan pribadi. Berbagai pandangan yang muncul menunjukkan bahwa isu stigma terhadap perempuan ambisius masih menjadi persoalan yang relevan dan perlu terus diperjuangkan bersama.Melalui kegiatan ini, KOPRI Rayon Penyelamat Dja’far Saifuddin berharap dapat membangun kesadaran kolektif bahwa perempuan yang berambisi bukanlah ancaman, melainkan aset perubahan. Perempuan yang berani bermimpi besar, berprestasi, dan memimpin adalah bagian penting dari upaya mewujudkan masyarakat yang lebih adil, inklusif, dan progresif.Sebagaimana pesan yang mengemuka dalam forum tersebut, “Ambisi bukanlah tentang menjadi yang terbaik, tetapi tentang memberikan yang terbaik dari potensi yang kita miliki.”
Kontributor : lailatul Jamila