Program “Merdeka Belajar” Dorong Inovasi Kurikulum di Sekolah Daerah

YOGYAKARTA – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) terus mematangkan implementasi program “Merdeka Belajar” di berbagai daerah di Indonesia. Program ini bertujuan untuk memberikan kebebasan kepada satuan pendidikan dalam merancang dan mengembangkan kurikulum yang relevan dengan konteks lokal serta kebutuhan peserta didik.

Salah satu contoh sukses terlihat di SD Tunas Bangsa, Yogyakarta, yang telah mengadaptasi kurikulum Merdeka Belajar dengan mengintegrasikan pelajaran budaya lokal ke dalam mata pelajaran umum. Siswa tidak hanya belajar sejarah nasional, tetapi juga sejarah dan tradisi Yogyakarta, serta mempraktikkan kesenian daerah seperti membatik dan karawitan. Hal ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa cinta tanah air dan kearifan lokal sejak dini.

“Kami melihat antusiasme yang luar biasa dari siswa dan guru. Mereka merasa lebih merdeka dalam berekspresi dan belajar sesuai minatnya,” ujar Ibu Ratna Sari, Kepala Sekolah SD Tunas Bangsa. Ia menambahkan bahwa pendekatan ini juga membantu siswa mengembangkan keterampilan abad ke-21 seperti kreativitas, kolaborasi, dan pemecahan masalah.

Social Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top